Showing posts with label Yamaha. Show all posts
Showing posts with label Yamaha. Show all posts

Pasang ECU BRT Juken 3+ Di Yamaha NMAX Power Naik 11,92 dk

Bebas Seting Kapan VVA Bekerja

Salah satu produsen CDI dan ECU lokal yang paling produktif di tanah air yakni BRT atau Bintang Racing Team, kini telah merilis produk ECU BRT Juken 3+ sekaligus tes uji coba diperuntukkan motor yang sedang booming sekarang seperti Yamaha NMAX sesuai dengan karakter dan selera pemakai yang gemar ngoprek motornya.


Dan menurut Owner BRT, Tommy Huang. Beliau menjelaskan ada beberapa fitur unggulan ECU untuk pemakaian Yamaha NMAX dengan Juken 3+ ini, diantaranya adalah adanya setingan VVA (variable valve actuator) yang mana bisa disetel kapan dan mau kerja di angka berapa, karena melihat angka standar yang dibawa pabrikannya itu berkisar di 6000 rpm. Seperti misalnya kem yang sudah di modif maka tenaga maksimal yang didapat pakai kem pertama (lobe yang rendah) itu bisa berubah juga, misal peak di 8000 rpm, maka tinggal digeser saja ke rpm segitu supaya tenaganya jadi nyambung.

Untuk fitur unggulan kedua, dengan menggunakan Juken 3+ ini... Tommy menyebutkan adanya deseleration time. Yaitu sistem kerja untuk mengatur deselarasi mau seberapa kuat engine breaknya, dimana hal ini sudah dibikin enteng rollernya yang membuat rpm lama turun saat gas ditutup.

Kemudian fitur unggulan terakhir yang ditawarkan produk BRT ini, yakni ditanamkannya fitur turbo yang berfungsi sebagai alat untuk mengatur jika memakai dobel injektor. Dan untuk mengatur semua itu bisa dilakukan dengan memakai remote yang dijual secara terpisah seharga Rp. 350 ribu. Sementara kalau harga ECU-nya hanya Rp. 900 ribu.


Dengan beragam fitur yang ditawarkan tadi, maka ECU BRT Juken 3+ ini tentu sangat cocok untuk mesin yang sudah di modifikasi. Meski begitu, bukan berarti buat motor standar biasa tidak bisa memakai produk ini, buat yang standar pabrik pun tetap bisa memberikan kenaikan performa walau tidak seekstrim motor yang sudah dikorek mesinnya.


Sebagai bukti, karena pemasangannya pun cukup dengan plug and play, maka hasil test ECU BRT Juken 3+ yang dilakukan pada motor Yamaha NMAX dalam kondisi standar, ditemukan kenaikan tenaga yang sangat signifikan. Diukur melalui dynamometer Dynojet 250i, dalam kondisi standar, tenaga yang dikeluarkan NMAX tersebut hanya 10,57 dk. Namun setelah ECU diganti dan di dyno ulang, maka kontras sekali power yang disemburkan Yamaha ini menjadi 11,92 dk di 8100 rpm. Keren bukan?!

Demikian sedikit ulasan singkat mengenai cara pasang ECU BRT Juken 3+ yang diaplikasikan pada Yamaha NMAX, yang penulis sadur ulang dari media cetak ternama Otomotif edisi 23. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk kembali meng-share artikelnya buat teman-teman bikers semua. Salam sukses!!

Tips Memasang Rantai Yamaha Byson Di V-Ixion

Bikin Adem Dan Kalem 

Bagi pemilik kendaraan motor Yamaha V-ixion series, pasti paham betul terhadap masalah yang sering muncul pada rantai. Ya, bisa ditebak adanya kondisi rantai yang gampang kencang kendur sampai menimbulkan suara berisik. Sialnya lagi, bukan cuma bikin motor jadi berisik tapi masalah di rantai ini juga bikin motor kurang nyaman dipakai.

Seperti pengalaman yang digunakan salah seorang pemilik Yamaha V-ixion yang tinggal di bilangan Depok, Jawa Barat. Menuturkan, kalau kondisi rantai kenceng-kendur gitu, muncul hentakan saat pelintiran gas dibuka, kalau deselerasi juga sama. Sekalipun rantai diganti dengan yang baru, oke lah bisa hilang sebentaran tapi ga lama kemudian muncul lagi tuh gejala. Menyebalkan kan?!

Maka dari masalah yang dialami tadi, ada tips mudah dan sederhana yang dihaturkan salah seorang kepala mekanik Yamaha Putra Ragunan, yaitu Budi Priyanto. Beliau menyarankan untuk mencoba mengaplikasikan rantai Yamaha Byson pada V-ixion, yakni kepada pemilik motor V-ixion yang mengalami masalah serupa. Bahkan beliau sanggup menggaransi alias menjamin dengan tips mudah seperti ini jurusnya bisa manjur, suara di rantai lebih adem. Saat gas dibuka tenaga yang keluar juga kalem tidak menghentak-hentak, dan yang paling penting lebih Awet! 

Rantai Byson ini memang sedikit lebih tebal dibanding rantai V-ixion, bisa lebih awet karena rantai Byson sudah dilengkapi dumper karet. Untuk ukuran sama-sama 428. Maka, supaya lebih hemat pemasangan tinggal pakai rantainya saja tanpa harus menggunakan gir Byson di V-ixion. Panjang rantai Byson yang memiliki part number 94568-B5130 adalah 130 mata, sedangkan rantai V-ixion yang memiliki part number 94568-J3122 adalah sebanyak 122 mata. Nah, bagi sobat yang mau pasang rantai Byson di V-ixion otomatis harus memotong rantainya, yang berarti harus dipotong sebanyak 8 mata supaya pas terpasang di gir set standar V-ixion series.

Satu lagi, ketika hendak memotong rantai... pastikan sobat harus menyiapkan klip penyambung rantai. Sebab, rantai standar Byson tidak memiliki sambungan. Maka sebelumnya sobat harus membelinya secara terpisah. Untuk satu sambungan yang sudah biasa dilego cuma Rp. 10 ribu. Jangan lupa meminta sambungan untuk ukuran rantai 428 sesuai ukuran rantai Byson.

Mengenai harga, part rantai Yamaha Byson memang banderolnya lebih mahal harganya dibanding rantai milik V-ixion. Di bengkel resmi Yamaha, sobat bisa tebus rantai Byson dengan harga Rp. 299 ribu. Harga segitu masih lebih murah jika dibandingkan harus membeli rantai branded yang sudah pasti mahalnya.



Demikian artikel singkat yang saya ketengahkan tentang Tips pasang rantai Yamaha Byson di V-ixion bikin kalem dan adem yang disadur dari media cetak Motorplus edisi 890, semoga bermanfaat. Dan jika artikelnya membantu silahkan sobat share kembali ke teman-teman semua. Salam sukses dan selamat berkreasi!

Tips Naik Stroke Dan Kruk As Karya Bang Jay

Bisa Naik Sampai 24 MM



Sudah bukan rahasia umum jika penikmat tarikan motor secara terus menerus mengubah performa dan besutannya supaya lebih joss lagi. Dan sebagaimana umumnya pula kalangan pecinta korekan motor adalah dengan memodif beberapa ubahan di sektor dapur pacu supaya kelak hasilnya/tarikan motor lebih gesit dan akselerasi sampai ke top perform.

Dan diantara cara paling gampang/sederhana naik stroke adalah rata-rata dengan pen stroke yang sudah di jual di pasaran. Akan tetapi, dianggap masih kurang ekstrim dan belum maksimal. Bahkan malah teknik yang dianggap jitu tetap menggunakan teknik lama, yaitu dengan cara menggeser big end di kruk as.

Dalam postingan kali ini penulis coba menguraikan salah satu hasil karya Bang Jay dari bengkel Eka Jaya Motor ketika melakukan ubahan cara naik stroke sampai ekstrim. Menurut beliau, untuk menggeser big end perlu keahlian khusus dan harus presisi, harus dilakukan dengan main potong bandul kruk as untuk menggeser lubang big end, untuk itu perlu alat khusus supaya hasilnya maksimal.

Untuk riset ini bang Jay banyak mengamati kruk as naik stroke yang sengaja di datangkan dari Thailand, sehingga mendapatkan penilaian bahwa kruk as tersebut bukan cuma sekedar dibikin dengan rapi, tapi juga presisi. Menurut pria asli Melayu-Medan ini, kruk as buatan Thailand kelihatan rapi dan teliti karena menggunakan sistem pengelasan argon. Selain itu bersifat presisi karena setelah dipasang tidak bergetar meskipun ekstrim.

Hal inilah yang membuat bang Jay belajar banyak, pria yang sudah beralih profesi sebagai tukang bubut ini akhirnya mendatangkan mesin khusus naik stroke. Bang Jay yang kini menempati bengkel di Poris Paradise kota Tangerang ini menyebutkan, bisa melakukan ubahan naik stroke sampai 24 mm dengan kondisi aman. Sebagai contoh, bang Jay melakukan custom kruk as milik Yamaha Jupiter-Z dan hasilnya benar-benar seperti kruk as buatan Thailand. Bukan hanya mampu menggeser big end dengan presisi dan rapi, tapi kelebihan lainnya juga dibuat agar balance.

Rumus bang Jay yang kini rajin terjun di balap liar menjelaskan lagi, maksud kembali dibalance ulang adalah caranya kruk as Jupiter-Z yang asalnya seperti kapak, sekarang dibikin bulat, serta dibuatkan lubang untuk balancing. Terang bang Jay yang sudah pensiun dari balapan resmi karena dianggap sudah tidak menarik dan dianggap mahal yang terbukti banyak tim-tim roadrace yang tumbang di tengah jalan.




Demikianlah artikel singkat padat mengenai cara naik stroke extreme ala Bang Jay yang dilansir dari media MotorPlus, dengan harapan semoga membantu dan berkarya bagi sobat semua, jangan lupa untuk selalu berbagi/share jika postingannya bermanfaat. 



*Info teknis bisa tanya langsung ke bang Jay di no 081297329766

Torsi Yamaha NMAX Naik Jadi 32,33 NM Bagaimana Caranya?

Tembus 125km/jam dan cuma 1 liter untuk 45 km


Berdasarkan tes yang dilakukan oleh Sportdyno V3.5 milik bengkel Budi Jaya Motor (BJM) yang berlokasi di Margahayu, Bandung. Yamaha NMAX racikan keyspeed ini bisa bikin torsi naik jadi 32,33 NM/2.192 rpm dengan kombinasi power 14,5 DK/3.825 rpm. Wow...

Padahal, di mesin yang sama NMAX standar bawaan pabrik tersirat dapat torsi di angka 25,7 NM/2.242 rpm dengan power 11.5 DK/3.451 rpm, yang artinya ada peningkatan torsi sebesar 20,83 NM dan power ikut terdongkrak naik jadi 3 DK, dan ini membuktikan kalau stroke up bisa sebagus bore up. So, jurus apa saja yang di godok dalam riset yang dikembangkan keyspeed ketika di uji di sportdyno milik BJM tadi? Ini dia poin-poinnya.


  • PIGGYBACK DAN ROLLER
Untuk pengaturan bahan bakar dikawal dengan memakai piggyback Wiseco. Untuk kebutuhan bawah, air fuel ratio (AFR) dibuat 14,7 : 1, putaran tengah 13,5 : 1, dan rpm atas dikasih settingan basah yaitu 12,3 : 1. Agar putaran torsinya makin bagus, maka roller dibikin ringan yang mana roller standar ukuran 13 gram rata, kini dibikin kombinasi jadi pake 8 dan 11 gram.



  • HEAD DAN NOKEN AS
Untuk head silinder masih menggunakan klep dan noken as standar. Tetapi dari hitungan standar untuk in dan ex dimajukan 1 derajat. Di bagian lubang in, diporting polish 0,4 mm dan lubang ex dibiarkan standar.


  • GESER BIG END 2 MM
Menurut salah satu Tunner yang beroperasi di bengkel keyspeed, Big End standar digeser 2 mm dengan proses tambal sulam. Total stroke jadi 4 mm, kalau ditambahkan stroke standar jadi 62,7 nm. Menurutnya, agar piston standar tidak nongol maka stang seher pakai punya shogun 110 karena lebih pendek 0,5 mm dibanding kepunyaan NMAX.


  • SILINDER MEMBENGKAK JADI 165,5 CC
Akibat piston yang jadi mendem 0,6 mm, maka pemakaian paking atas pun pakai tebal 0,5 mm dan paking bawah 1 mm yang menggunakan bahan alumunium. Kompresi engine ditarik 10,6 : 1 untuk mengkonsumsi bahan bakar pertamax. Dengan piston standar 58 mm bila dihitung dengan stroke yang di dapat tadi sebesar 62,7 nm, maka kapasitas silinder pun meningkat jadi 165,5 cc.



Demikian artikel singkat, padat dan jelas mengenai stroke up torsi Yamaha NMAX naik jadi 32,33 NM yang kembali saya publish dari artikel media cetak Em-Plus kolom mototech edisi 881, semoga bermanfaat dan jangan lupa share jika sobat motor mania menyukainya.



Keyspeed
Jl. Gandasari No. 92. Soreang.
Bandung, Jawa Barat
Telepon 0882-1864-7680

Tips Singkat Upgrade Tenaga Yamaha YZF-R25

Dalam Seminggu Tenaga Naik Jadi 15,95 dk Dan 8,26 nm


Dalam kondisi standar bawaan pabrik, motor sport berlambang garpu tala jenis Yamaha YZF-R25 ini ketika di dynotest pada umumnya menyemburkan tenaga ada di rentang power 27,60 dk/11.900 rpm dengan torsi 18,47 Nm/9.900 rpm. Akan tetapi, tahukah anda jika dalam waktu seminggu saja motor ini bisa mendongkrak performa tenaganya sampai 15,95 dk dan 8,26 Nm? Wow...! Ngacir deh. 

Lalu, apa rahasia dan buktinya? Well, ternyata cukup simpel dan sederhana dalam mengoperasi jeroan mesinnya, yakni dapur pacunya cukup di upgrade pakai silinder kit milik Yamaha YZF-R3 maka kapasitas mesin R25 naik drastis jadi 321 cc. ckckck.... Dan kenaikan tersebut dibuktikan dengan memakai alat ukur menggunakan Dynojet 250i milik Aerospeed 74 yang berlokasi di bilangan deplu, Bintaro, Jakarta Selatan.

Komparasi antara tenaga R25 yang dihasilkan sesuai bawaan pabrik dengan oprekan ala Anjani Racing ini jelas mencolok sekali gap perbedaannya, dengan tangan ajaib Anjani Racing motor ini mampu menyemburkan power hingga 43,55 dk/13.100 rpm dan 26,73 nm/8.900 rpm. Mantap!
Power standar : 27,60 dk/11.900 rpm
Torsi standar : 18,47 Nm/9.900 rpm
Power upgrade : 43,55 dk/13.100 rpm
Torsi upgrade : 26,73 Nm/8.900 rpm

Kalo begitu yuk kita intip apa saja gerangan yang dilakukan owner Anjani Racing yang bermarkas di Arteri kelapa Dua No. 21, Kebon Jeruk. Jakarta Barat ini:

  • SILINDER
Blok silinder berikut pistonnya pakai sepaket milik YZF-R3 yang di impor langsung dari Thailand. Dalam silinder kit R3 ini terdapat piston berdiameter 68 mm. Jika dikombinasi stroke standar R25 yang cuma 44 mm, maka kapasitas silinder terhitung jadi 321 cc. Posisi pemasangan piston dibuat mendem 0,8 mm dari bibir silinder saat TMA. Dan ketika di ukur kompresi engine jadi terhitung 12,8:1.

  • HEAD & NOKEN AS
Untuk head silinder juga tetap nyomot milik R3, biar dapat power maksimal maka porting polish pun turut dilakukan pada lubang inlet dan exhaut. Aliran bahan bakar dan gas buang dikontrol klep 29/26 mm (in/ex). Posisi klep tadi didorong noken as kustom dengan durasi kembar 230 derajat, in maupun ex. Dengan durasi seperti itu, speknya sama dengan R25 milik tim AR-1 Racing di Yamaha R Cup.

  • PIGGYBACK & THROTTLE BODY
Untuk memanipulasi bahan bakar dan timing pengapian, pakai piggyback merek Power Commander V (PCV). Buat timing pengapian dinaikkan 4 poin (derajat) mulai dari 10.000-15.000 rpm. Sementara debit bensin dikoreksi per 250 rpm, sehingga dapat Air Fuel Ratio (AFR) 13:1. Dan yang terakhir, untuk mengangkut aliran udara yang lebih deras ke ruang bakar, throttle body (TB) standar di reamer venturinya jadi 34 mm, lalu ujung TB dipasangi velocity stack supaya aliran udara lebih terarah.


Demikian artikel singkat mengenai upgrade performa Yamaha YZF-R25 yang dicatut dari Em-Plus edisi 879, semoga membantu dan selamat berkreasi, jangan lupa share jika artikelnya bermanfaat. Wassalamualaikum Wr. Wb













Info:
Anjani Racing
Jl. Arteri Kelapa Dua No. 21 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tlp (021) 5367-9239 

Pasang Knalpot Racing Performa Yamaha Jupiter MX King 150 Naik 1,17 HP

Setelah cukup banyak para pengguna motor pada umumnya yang gemar menggantinya atau malah di tambah motornya, maka bagi penikmat kuda besi jenis Yamaha Jupiter MX King 150 khususnya yang hobby ngoprek dengan tarikan ala pembalap atau street racing style, kini tidak perlu khawatir lagi di dalam mengutak atik motor kesayangannya demi kenyamanan dan kesenangan dalam berkendara. 

Dan salah satu pendukung supaya motor Jupiter MX King 150 ini performanya sedikit meningkat dari kondisi standar, maka salah satu part dari produsen knalpot R9 Racing Generation telah merilis dan mengedarkan produk terbarunya yang bertipe Assen dengan tujuan bisa mendongkrak power baik tarikan atas maupun bawah.

Untuk membuktikan ketangguhan dan kualitas knalpot R9 sampai dimana kekuatan performanya, maka melalui riset dan eksperimen beberapa bengkel ternama berikut seperti yang dilakukan tim EM-Plus, telah dilakukan uji coba dengan cara mengukur power dan torsi puncak motor bebek terbaru andalan pabrikan garpu tala ini. Baik sebelum mengganti knalpotnya maupun sesudahnya. Dan pengukurannya pun dilakukan melalui mesin Dynojet 250i buatan Amrik kepunyaan R9 store.


Pada sesi pertama, dengan keadaan standar motor dinaikkan ke atas mesin dyno. Setelah beberapa kali run, hasilnya diketahui maksimal dapat powernya mentok di 12,98 hp/8.600 rpm, dan torsinya terukur di 12,12 Nm/6.750 rpm.


Pada sesi berikutnya, knalpot standar dilepas dan digantikan dengan knalpot R9 tipe Assen. Catatan, pada saat pergantian knalpot ini tidak dibarengi dengan setting-setting komponen lainnya, alias murni hanya penggantian knalpotnya saja. Lalu bagaimana hasilnya? setelah dikoreksi dengan penggantian knalpot R9 tipe Assen, maka angka-angka yang ditampilkan mesin dynojet menunjukan peningkatan yang lumayan signifikan, power maksimal yang dihasilkan dari knalpot tersebut menjadi 14,15 hp/8.450 rpm dan torsinya berada di 12,49 Nm/8.600 rpm. Artinya apa? secara matematis nampak jelas terjadi peningkatan tenaga sebesar 1,17 hp dan torsi 0,37 Nm. Fantastis bukan? hehe


So, bagi kawula muda yang memiliki motor bebek super terbaru Yamaha MX King 150 yang ingin menaikkan performa tenaganya dengan modal yang sangat irit tanpa perlu ubahan mesin dapur pacu karena anggaran yang besar, ga ada salahnya untuk mencoba mengaplikasi part knalpot R9 tipe Assen ini, lumayan juga kan hanya dengan penggantian knalpot saja bisa naik segitu tenaganya. 

Ok masbro, kiranya semoga artikel pendek ini bisa membantu dan bermanfaat bagi anda-anda semua. Jangan lupa untuk sama-sama share nya ya?! akhir kata Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Yamaha Grand Filano Hanya Beredar 350 Unit Di Indonesia


Salah satu pabrikan motor berlambang garpu tala kini telah merilis kendaraan skutik terbarunya, Yamaha Grand Filano adalah skutik pertama yang mengusung teknologi Blue Core ini akhirnya dirilis terbatas hanya 350 unit saja untuk Indonesia. Statusnya CBU di datangkan utuh dari Thailand. Pun di negara asalnya Thailand, motor ini sudah terjual kurang lebih dari 22 ribu unit sejak akhir 2014. Apa yang menyebabkan motor ini laku keras? tentunya berkat spesifikasi dan fitur-fitur yang diterapkan.


Skutik bergaya retro modern ini dibekali mesin berkapasitas 125 cc dengan maksimum power 8 dk/6.500 rpm dan torsi maksimum 9.7 Nm/5.000 rpm. Pendinginannya sangat maksimal dengan teknologi big blade fan, jeroan mesin dilengkapi dengan Diasil cylinder & forged piston serta oil jet piston cooler. Dan yang lebih canggih, untuk mengurangi friksi dan vibrasi motor ini sudah mengadopsi offset cylinder.

Disamping itu, Filano dibekali fitur-fitur fashionable seperti lampu belakang LED, LED auxiliary light, headlamp halogen, spidometer dengan sistem ECO indicator serta memiliki bagasi yang sangat lega dengan daya tampung 27 liter. Ban lebar sudah tubeless berukuran 110/70-12 depan belakang, push-open tandem footstep, flat footboard dan ruang lega untuk kaki pengguna motor.

Menurut info yang telah dibocorkan salah seorang Asisten GM Marketing PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, yakni Mohammad Masykur menyebutkan bahwa Yamaha grand Filano ini dijula senilai Rp. 28 juta OTR Jakarta di Yamaha R-shop Indonesia yang ada di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali, Medan dan Makassar. Menurutnya, pembeli langsung mendapatkan helm design eksklusif serta pelayanan 24 jam rescue service.


DATA SPESIFIKASI:

: 1820 mm x 685 mm x 1145 mm
Jarak sumbu roda
: 1280 mm
Tinggi tempat duduk
: 790 mm
Berat isi
: 99 Kg
Kapasitas tangki bensin
: 4,4 liter
Kapasitas mesin
: 125 cc
Tipe mesin
: Air cooled 4-stroke, SOHC
Diameter X Langkah
: 52,4 X 57,9 mm
Perbandingan kompresi
: 11:1
Daya maksimum
: 6.0 kW (8 dk)/6500 rpm
Torsi maksimum
: 9,7 Nm/5000 rpm
Sistem starter
: Electric & kick starter
Sistem bahan bakar
: Fuel injection
Tipe kopling
: Kering, centrifugal automatic
Tipe transmisi
: V-belt automatic


Tips Mudah Merawat CVT Yamaha Xeon



Seperti yang kita tahu, sistem CVT merupakan bagian yang sangat vital pada motor skubek karena jadi penyambung tenaga mesin menuju ban. Oleh karena itu, bagian ini jangan sampai terabaikan dalam hal perawatan. Bahkan kotor sedikit pun dilarang dikarenakan akan mengganggu performa pacuan, seperti terjadi vibrasi/getaran, kopling slip dan sebagainya. Untuk itu mari kita selidiki dengan tips yang sangat mudah cara merawat CVT Yamaha Xeon agar kondisi motor tetap stabil dan nyaman di pakai, berikut ada 5 tahap yang bisa kita lakukan pada motor tersebut:

  • Mangkok Kopling
Bagian ini bisa dibersihkan menggunakan alkohol untuk membersihkan debu debu yang menempel. Cukup usap dinding mangkok dengan alkohol secukupnya menggunakan kain bersih. Tidak disarankan menggunakan bensin karena justru bisa membuat debu dan kotoran lebih cepat menempel.

  • Cek Roller dan Rumah Roller
Apabila roller sudah oblak dari rumah roller atau terkikis dan diameternya sudah mulai berkurang, disarankan segera ganti dengan yang baru. Kondisi roller yang sudah mulai tidak rata bisa membuat pacuan jadi melambat.

  • Kampas Kopling
Kampas kopling rawan terkena debu dan kotoran yang tersedot dari luar ke dalam ruang CVT, atau dari bekas gesekan dengan rumah koplingnya. Untuk melakukan hal ini tentu kita harus melepas cover CVT dan membongkar rumah kopling plus kampasnya, setelah itu baru kita bersihkan kampas kopling tersebut menggunakan sabun colek supaya kotoran di permukaan kampas terangkat. Jika sudah, maka amplas secara merata permukaan kampas kopling memakai ampelas halus agar kopling kembali menggigit.

  • Cek V-Belt
Umumnya part V-belt ini berusia mencapai 15.000-20.000 kilometer, tergantung pemakaiannya. Jika kita menemukan tarikan motor seret atau ndut-ndutan, bisa jadi akibat V-belt sudah retak retak atau getas, kalau demikian adanya segera lakukan penggantian V-belt dengan yang baru.

  • Cek Puli Sekunder
Untuk bagian ini harus diperiksa dan diberikan CVT grease kit secara berkala. Karena jika bagian pulley jarang diberikan grease secara berkala, o ring yang ada di pulley sekunder akan mudah rusak dan bocor.



Itulah ke 5 Tips mudah cara merawat CVT Yamaha Xeon, semoga bermanfaat dan selamat bekerja.

Kategori

Translate